Indonesia kini menghadapi ancaman serius dari maraknya spam call. Berdasarkan laporan Hiya Global Call Threat Report 2025, Indonesia menempati posisi kedua di Asia–Pasifik sebagai negara dengan jumlah panggilan spam terbanyak. Rata-rata setiap pengguna menerima 14 panggilan spam per bulan, sementara 86% panggilan dari nomor tak dikenal dikategorikan sebagai spam. Temuan ini menyoroti urgensi perlindungan data pribadi dan penerapan teknologi keamanan digital yang lebih kuat untuk mengurangi risiko penipuan melalui panggilan suara.
Spam Call Jadi Masalah Serius di Indonesia
Spam call bukanlah fenomena baru, tetapi skalanya kini semakin mengkhawatirkan. Data Hiya mencatat bahwa pada kuartal pertama 2025, secara global terjadi lebih dari 12,5 miliar panggilan spam, setara dengan 137 juta spam call setiap hari. Di kawasan Asia–Pasifik, Indonesia menjadi salah satu negara yang paling terdampak, hanya berada satu tingkat di bawah Hong Kong.
Dengan rata-rata 14 panggilan spam per bulan, masyarakat Indonesia sering kali harus menghadapi panggilan mengganggu yang berpotensi membawa risiko besar. Laporan tersebut juga menekankan bahwa 51% panggilan spam dikategorikan sebagai panggilan gangguan (nuisance calls), sementara 14% lainnya merupakan upaya penipuan (fraud calls). Sisanya berupa spam pemasaran agresif dan panggilan otomatis.
Kenapa Indonesia Jadi Target Utama?
Ada beberapa faktor yang membuat Indonesia menjadi salah satu target terbesar spam call di kawasan Asia–Pasifik:
- Jumlah pengguna smartphone yang masif – Lebih dari 210 juta orang di Indonesia menggunakan ponsel pintar, menjadikannya pasar luas bagi pelaku spam.
- Tingkat literasi digital yang bervariasi – Masih banyak pengguna yang belum paham bahaya spam call, sehingga lebih rentan menjadi korban.
- Kesenjangan regulasi dan penegakan hukum – Meski regulasi terkait perlindungan data sudah ada, implementasi dan pengawasan masih terbatas.
- Modus kejahatan yang makin canggih – Pelaku spam call kini memanfaatkan teknologi caller ID spoofing, membuat nomor terlihat seolah-olah resmi.
Kombinasi faktor ini membuat Indonesia menjadi “ladang subur” bagi spammer untuk beroperasi.
Risiko Nyata di Balik Spam Call
Spam call tidak hanya sebatas gangguan komunikasi. Modus ini bisa membuka jalan bagi berbagai tindak kejahatan digital:
- Vishing (voice phishing): Penipu berpura-pura sebagai pihak bank atau institusi resmi untuk mencuri data pribadi korban.
- Pencurian identitas: Data pribadi korban bisa dijual di pasar gelap digital.
- Penipuan finansial: Korban diarahkan melakukan transfer atau mengungkapkan kode OTP sehingga saldo rekening terkuras.
- Phishing lintas platform: Spam call sering dikombinasikan dengan pesan teks atau email berisi tautan berbahaya.
Fakta ini mempertegas bahwa spam call bukan sekadar gangguan, melainkan ancaman nyata terhadap keamanan digital masyarakat.
Solusi dan Langkah Pencegahan
Untuk menghadapi gelombang spam call, ada beberapa langkah strategis yang bisa diterapkan, baik oleh individu maupun institusi:
- Gunakan fitur call screening: Banyak ponsel pintar kini menyediakan fitur deteksi dan blokir panggilan spam secara otomatis.
- Laporkan nomor spam: Operator telekomunikasi dan otoritas berwenang dapat memanfaatkan laporan ini untuk memutus jaringan spammer.
- Jangan sembarangan membagikan data pribadi: Selalu berhati-hati ketika diminta memberikan informasi sensitif melalui telepon.
- Tingkatkan literasi digital: Edukasi tentang modus penipuan harus terus digencarkan agar masyarakat lebih waspada.
- Implementasi solusi keamanan digital canggih: Perusahaan dan institusi perlu menggunakan sistem verifikasi serta proteksi identitas untuk mencegah penyalahgunaan data.
Urgensi Perlindungan Data di Era Digital
Meningkatnya spam call di Indonesia adalah tanda bahwa perlindungan data pribadi tidak bisa lagi dianggap remeh. Identitas digital kini menjadi aset yang harus dijaga sama pentingnya dengan aset finansial. Tanpa perlindungan yang tepat, kebocoran data dan penipuan akan terus menghantui masyarakat.
Teknologi keamanan modern hadir sebagai jawaban. Dengan verifikasi digital, deteksi penipuan otomatis, dan perlindungan data yang terintegrasi, risiko bisa ditekan sejak awal. Bukan hanya individu, tetapi juga perusahaan dan lembaga publik yang melayani masyarakat perlu mengambil langkah proaktif.
Kesimpulan
Posisi Indonesia sebagai negara dengan spam call terbanyak kedua di Asia–Pasifik menjadi alarm keras bagi semua pihak. Dengan rata-rata 14 spam calls per bulan per orang, masyarakat harus semakin waspada terhadap potensi kejahatan digital yang datang melalui telepon.
Pencegahan hanya bisa efektif jika dilakukan dari dua sisi: kesadaran individu untuk lebih berhati-hati dan penggunaan teknologi keamanan digital yang canggih untuk melindungi data pribadi.Lindungi identitas digital Anda sejak awal. Gunakan solusi keamanan yang mampu mendeteksi ancaman, memverifikasi identitas, dan menjaga data pribadi tetap aman.
Pelajari lebih lanjut tentang solusi perlindungan data digital di: beeza.id