Blog Identitas Digital

Era Baru Verifikasi Usia di UK: Foto ID dan Scan Wajah Jadi Syarat Wajib

Aturan Online Safety Act Resmi Berlaku, Privasi Data Biometrik Jadi Sorotan

London, September 2025 – Pemerintah Inggris resmi memberlakukan Online Safety Act, sebuah regulasi baru yang mewajibkan platform digital melakukan verifikasi usia pengguna melalui foto identitas (ID) atau pemindaian wajah. Aturan ini dipandang sebagai langkah besar dalam melindungi anak di bawah umur dari akses ke konten berisiko, terutama pada platform media sosial, layanan hiburan digital, hingga situs dengan konten sensitif.

Namun, penerapan kebijakan ini juga memunculkan pertanyaan krusial: sejauh mana data biometrik yang dikumpulkan benar-benar aman?

Latar Belakang Online Safety Act

Online Safety Act dirancang untuk menjawab kekhawatiran publik terhadap paparan anak di bawah umur terhadap konten berbahaya di dunia digital. Sebelumnya, verifikasi usia seringkali hanya berupa check box “I’m 18+” atau pengisian tanggal lahir, metode yang mudah dilewati oleh siapa saja.

Dengan aturan baru, platform diwajibkan memastikan pengguna benar-benar memenuhi batas usia minimum melalui metode identifikasi yang lebih kuat: unggah foto ID resmi atau lakukan scan wajah.

Pemerintah Inggris menyatakan, kebijakan ini adalah bagian dari upaya menyeluruh menjaga keamanan digital generasi muda. Namun, sejumlah pakar menilai langkah ini bukan tanpa konsekuensi, terutama soal privasi data biometrik.

Risiko Keamanan dan Privasi

Data biometrik seperti wajah dan identitas resmi adalah kategori data yang sangat sensitif. Berbeda dengan kata sandi, data biometrik tidak bisa diubah apabila bocor. Jika sebuah platform gagal melindungi data pengguna, konsekuensinya bisa fatal: pencurian identitas, penipuan digital, hingga peretasan yang menargetkan akun personal.

Organisasi perlindungan data di Eropa bahkan telah memperingatkan bahwa penggunaan biometrik di sektor hiburan digital bisa menimbulkan “efek domino” jika tidak diimbangi dengan standar enkripsi dan audit transparan.

Kasus kebocoran data sebelumnya—termasuk insiden yang melibatkan jutaan akun di sektor finansial maupun hiburan—menjadi pengingat bahwa keamanan digital tidak bisa dianggap remeh.

Respons Publik dan Industri

Penerapan aturan ini memicu beragam reaksi. Sebagian masyarakat mendukung langkah pemerintah untuk memperketat akses, terutama bagi anak-anak. Namun, tidak sedikit pula yang khawatir akan penyalahgunaan data.

Platform digital di Inggris kini sedang menyiapkan infrastruktur teknis untuk mematuhi aturan tersebut. Beberapa perusahaan teknologi bahkan bekerja sama dengan penyedia solusi verifikasi independen agar proses validasi berjalan cepat, aman, dan sesuai regulasi.

Bagi industri, tantangan terbesar bukan hanya soal kepatuhan hukum, tetapi juga menjaga kepercayaan pengguna. Transparansi terkait bagaimana data dikumpulkan, digunakan, dan dihapus menjadi faktor penting dalam mempertahankan loyalitas pengguna.

Solusi Verifikasi Modern: Mengutamakan Privasi

Pakar keamanan digital menekankan bahwa verifikasi usia harus dilakukan dengan prinsip privacy by design. Salah satu solusi yang kini banyak dibahas adalah penggunaan teknologi zero-knowledge proof (ZKP), yang memungkinkan sistem membuktikan usia atau identitas pengguna tanpa harus menyimpan data biometrik mentah.

Dengan pendekatan ini, pengguna cukup membuktikan bahwa mereka memenuhi syarat usia tanpa perlu mengorbankan data pribadi secara permanen. Transparansi audit, enkripsi end-to-end, dan pemusnahan data setelah verifikasi menjadi bagian penting dari solusi ini.

Layanan verifikasi modern yang berorientasi pada keamanan dan privasi kini menjadi kunci, tidak hanya untuk mematuhi regulasi, tetapi juga membangun ekosistem digital yang sehat dan terpercaya.

Dampak Global: Tren Regulasi Digital

Langkah Inggris melalui Online Safety Act diprediksi akan menjadi rujukan bagi negara lain. Regulasi serupa terkait verifikasi usia dan keamanan digital sudah mulai dibahas di Uni Eropa, Australia, hingga Asia Tenggara.

Fenomena ini menandakan bahwa arah industri digital ke depan akan semakin menekankan kepatuhan regulasi, keamanan data, dan perlindungan privasi pengguna. Perusahaan yang lambat beradaptasi berpotensi menghadapi sanksi hukum sekaligus kehilangan kepercayaan publik.

Kesimpulan

Era baru verifikasi usia telah dimulai. Online Safety Act menandai pergeseran dari metode verifikasi konvensional menuju pendekatan berbasis biometrik. Namun, di balik inovasi ini, muncul tantangan besar soal keamanan dan privasi data pengguna.

Bagi perusahaan teknologi dan platform digital, kunci sukses bukan hanya menerapkan regulasi, tetapi juga menawarkan solusi verifikasi yang aman, transparan, dan berorientasi privasi.

Di era digital, identitas adalah aset berharga. Memastikan keamanan verifikasi tidak hanya melindungi pengguna, tetapi juga membangun kepercayaan jangka panjang.Jika Anda ingin mengetahui bagaimana solusi verifikasi digital dapat diterapkan secara aman, cepat, dan tetap menjaga privasi, kunjungi beeza.id.