Blog Strategi Keamanan Cyber

OJK Siapkan Single Investor Identification (SID) untuk Kripto

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah fokus mengembangkan kebijakan Single Investor Identification (SID) bagi investor aset kripto di Indonesia. Sistem ini dirancang sebagai identitas tunggal yang melekat pada setiap investor untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan efektivitas pengawasan aktivitas investasi di pasar aset digital. Konsep SID ini sudah diterapkan sebelumnya di pasar modal konvensional dan dinilai berhasil meningkatkan integritas data serta perlindungan investor.

Implementasi SID di sektor kripto diharapkan tidak hanya membantu memperkuat proses Know Your Customer (KYC) dan anti pencucian uang (Anti-Money Laundering), tetapi juga mempercepat adopsi teknologi yang ramah pengguna, sehingga investor, terutama pemula, dapat berpartisipasi dengan aman dan nyaman.

Tantangan yang Dihadapi Ekosistem Kripto di Indonesia

Indonesia mencatat pertumbuhan pesat jumlah investor aset digital. Per Juli 2025, lebih dari 1.181 aset kripto diperdagangkan secara legal dengan volume transaksi mencapai triliunan rupiah setiap semester dan jumlah investor yang sudah mencapai belasan juta. Namun, pertumbuhan ini sekaligus membawa tantangan berupa tingginya risiko pencucian uang, pendanaan terorisme, dan potensi penyimpangan transaksi yang sulit diawasi tanpa regulasi yang memadai.

Selain itu, proses verifikasi identitas pengguna di berbagai platform aset digital saat ini masih belum terstandardisasi dan berpotensi menimbulkan inkonsistensi dalam pengawasan. Kondisi ini meningkatkan risiko kebocoran data dan praktik ilegal yang dapat merugikan investor dan menurunkan kepercayaan publik pada industri kripto.

Manfaat Implementasi SID dalam Investasi Aset Digital

SID akan menjadi solusi krusial untuk memperbaiki berbagai permasalahan tersebut. Dengan adanya identitas tunggal untuk setiap investor, OJK dapat melakukan pengawasan secara lebih terintegrasi dan efektif terhadap transaksi lintas platform. Investor pun dapat menikmati proses verifikasi yang lebih efisien tanpa melakukan pengulangan verifikasi di berbagai aplikasi atau market place.

Selain itu, SID memperkuat penerapan prinsip KYC dengan cara yang lebih sistematis dan interoperable antar pelaku industri, sehingga meminimalkan risiko pencucian uang dan kegiatan ilegal lain di sektor kripto. Keunggulan lain adalah mempermudah penyelesaian masalah keamanan data konsumen serta memberi dasar bagi pengembangan sistem perlindungan dan edukasi investor yang lebih baik.

Tiga Opsi Strategis Pengembangan SID

OJK tengah mengevaluasi tiga opsi utama untuk membangun SID, yaitu:

  1. Pengembangan langsung oleh OJK, agar memastikan kepatuhan penuh atas regulasi, keamanan data, dan standar interoperabilitas dengan sistem keuangan lain.
  2. Kolaborasi antara OJK dan pelaku industri, meliputi perusahaan aset kripto, asosiasi industri, dan SRO (Self Regulatory Organization), guna mengembangkan SID yang adaptif dan mudah diadopsi secara luas.
  3. Integrasi SID ke infrastruktur SID yang sudah ada di sektor keuangan lain, melalui pendekatan cross-sector interoperability yang memungkinkan identitas yang sama digunakan lintas layanan keuangan.

Proses pengkajian juga melibatkan dialog intensif dengan pemangku kepentingan untuk memastikan implementasi yang optimal dan sesuai kebutuhan industri serta nasabah.

Dukungan dan Optimisme Pelaku Industri Kripto

Sebagai respon positif, CEO Tokocrypto Calvin Kizana memberi apresiasi atas inisiatif OJK untuk menerapkan SID. Ia menilai kebijakan ini sangat penting untuk memperkuat kepercayaan masyarakat kepada ekosistem kripto secara jangka panjang.

Calvin juga menekankan bahwa proses onboarding yang sederhana dan inklusif adalah kunci agar industri tetap berkembang, mengingat margin kemudahan kripto selama ini telah menarik investor pemula dengan hanya berbekal KTP dan koneksi internet.

SID yang didesain adaptif, ramah pengguna, dan efisien diharapkan akan memperluas akses bagi masyarakat tanpa menghilangkan unsur perlindungan konsumen.

Menjawab Tantangan Keamanan Data dan Perlindungan Konsumen

Bahaya kebocoran data pribadi dan serangan siber menjadi permasalahan serius di industri aset digital. SID yang terintegrasi dengan protokol keamanan tinggi diharapkan bisa menjadi pilar utama dalam melindungi data konsumen.

Teknologi proteksi data digital modern seperti enkripsi tingkat lanjut, autentikasi multi-faktor, dan sistem monitoring aktivitas berbasis kecerdasan buatan akan semakin mempermudah pengamanan data nasabah sekaligus memudahkan institusi melakukan audit dan penegakan hukum bila terjadi pelanggaran.

Membangun Ekosistem Investasi Kripto yang Sehat dan Berkelanjutan

Pengembangan SID sejalan dengan arahan OJK untuk menciptakan ekosistem aset kripto yang sehat, aman, dan berkelanjutan di Indonesia. Tidak hanya mengakomodasi pertumbuhan pasar yang signifikan, namun juga memastikan perlindungan konsumen terlaksana secara optimal.

Kolaborasi antara regulator, pelaku industri, dan masyarakat menjadi fondasi dalam menghadirkan sistem yang kredibel dan mampu bersaing di kancah global.

Kesimpulan

Penerapan Single Investor Identification (SID) untuk investor aset kripto adalah langkah strategis yang penting bagi kemajuan ekosistem digital Indonesia. Sistem ini diharapkan memperkuat mekanisme pengawasan, meningkatkan kemudahan akses investasi, serta menjaga keamanan data dan transaksi.

SID menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem investasi kripto yang transparan, terpercaya, dan inklusif sehingga mampu memberikan perlindungan maksimal kepada investor.

Lindungi Data Pribadi Anda

Seiring pertumbuhan investasi digital, menjaga keamanan data pribadi menjadi tidak sekadar langkah preventif tapi juga kewajiban. Gunakan solusi perlindungan data digital terpercaya yang mudah, otomatis, dan sesuai regulasi untuk menjamin privasi dan keamanan transaksi Anda.

Lindungi data pribadi Anda sekarang untuk menikmati dunia digital dengan nyaman dan bebas risiko.
Kunjungi beeza.id untuk layanan perlindungan data terbaik yang siap menjaga keamanan digital Anda.