Blog Inovasi Fintech

Transaksi Aman di Era Digital: Ini Perbedaan QRIS Statis dan QRIS Dinamis

Pembayaran digital semakin merajalela, dan QRIS menjadi jembatan utama antara konsumen dan pelaku usaha. Tapi tahukah Anda? Ada dua jenis QRIS yang fungsinya berbeda—Statis dan QRIS Dinamis. Keduanya sama-sama memudahkan transaksi, namun memiliki tingkat keamanan yang berbeda. Mana yang lebih tepat untuk bisnis Anda?

QRIS: Standar Pembayaran Digital Nasional

Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) adalah sistem pembayaran berbasis QR Code yang diluncurkan oleh Bank Indonesia untuk menyatukan berbagai metode pembayaran digital di Indonesia. Tujuannya jelas: memudahkan konsumen dan pedagang dalam bertransaksi tanpa ribet menggunakan banyak aplikasi.

Sejak diperkenalkan, QRIS telah menjadi bagian penting dari ekosistem transaksi digital, terutama di kalangan UMKM hingga perusahaan besar. Per Februari 2025, jumlah merchant yang menerima QRIS sudah menembus puluhan juta, menunjukkan adopsi masif yang sulit dihindari.

Namun, di balik kemudahannya, banyak yang belum memahami perbedaan mendasar antara QRIS Statis dan QRIS Dinamis, padahal perbedaan ini sangat penting terkait keamanan dan efisiensi.

QRIS Statis: Praktis, Tapi Berisiko

QRIS Statis adalah kode QR yang dicetak atau ditampilkan oleh merchant, biasanya ditempel di meja kasir atau mesin kasir. Konsumen cukup memindai kode tersebut, lalu memasukkan nominal pembayaran secara manual.

Kelebihan QRIS Statis:

  • Mudah digunakan, tidak memerlukan perangkat tambahan.
  • Cocok untuk usaha kecil atau pedagang yang tidak memiliki sistem kasir digital.
  • Satu QR Code bisa digunakan untuk semua transaksi.

Kekurangan QRIS Statis:

  • Konsumen harus memasukkan nominal pembayaran secara manual → rawan salah ketik.
  • Berpotensi disalahgunakan jika kode QR dipalsukan oleh pihak tidak bertanggung jawab.
  • Tidak efisien untuk transaksi dalam jumlah besar atau padat.

Dengan kata lain, QRIS Statis praktis, tapi sisi keamanannya masih terbatas.

QRIS Dinamis: Lebih Aman, Lebih Akurat

QRIS Dinamis menggunakan QR Code yang berubah setiap kali transaksi dibuat. Artinya, sistem kasir atau aplikasi pedagang akan menghasilkan QR Code baru untuk setiap pembayaran. Nominal transaksi langsung tercatat otomatis sehingga konsumen tinggal memindai dan membayar tanpa perlu input manual.

Kelebihan QRIS Dinamis:

  • Lebih aman karena QR hanya berlaku untuk satu transaksi.
  • Meminimalkan risiko salah nominal.
  • Lebih profesional dan efisien, terutama bagi bisnis dengan volume transaksi tinggi.
  • Membantu pencatatan transaksi lebih rapi.

Kekurangan QRIS Dinamis:

  • Membutuhkan perangkat kasir atau sistem yang mendukung.
  • Tidak sepraktis QRIS Statis untuk pedagang kecil yang hanya mengandalkan kertas cetak.

Dari sisi keamanan, QRIS Dinamis jelas lebih unggul, karena meminimalisir risiko manipulasi atau kesalahan teknis.

Mana yang Lebih Tepat untuk Bisnis Anda?

Pemilihan antara QRIS Statis dan Dinamis tergantung pada kebutuhan bisnis. Jika Anda adalah pedagang kecil dengan volume transaksi rendah, QRIS Statis mungkin sudah cukup. Namun, bagi bisnis dengan transaksi padat atau skala menengah ke atas, QRIS Dinamis jauh lebih aman dan efisien.

Tren terbaru juga menunjukkan bahwa konsumen semakin peduli dengan keamanan transaksi digital. Mereka lebih nyaman menggunakan metode yang minim risiko salah input atau potensi penyalahgunaan data. Dalam hal ini, QRIS Dinamis dapat menjadi solusi jangka panjang.

Data & Fakta: Tren Transaksi Digital di Indonesia

Menurut data Bank Indonesia, transaksi digital melalui QRIS terus meningkat setiap tahun. Pada 2024, nilai transaksi QRIS tembus lebih dari Rp200 triliun, dengan pertumbuhan signifikan di sektor UMKM.

Namun, laporan keamanan siber juga mencatat adanya peningkatan kasus fraud digital yang memanfaatkan kode QR palsu. Hal ini menegaskan pentingnya pemahaman perbedaan QRIS Statis dan Dinamis agar bisnis bisa meminimalisir risiko penipuan.

Solusi: Keamanan Transaksi Tidak Bisa Ditawar

Digitalisasi bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga soal kepercayaan. Keamanan transaksi adalah investasi jangka panjang bagi setiap bisnis. Oleh karena itu, pemilihan metode pembayaran—terutama antara QRIS Statis dan Dinamis—tidak boleh dianggap sepele.

Untuk mendukung keamanan transaksi, bisnis juga bisa mengintegrasikan solusi verifikasi digital yang mampu melindungi data pelanggan sekaligus mencegah potensi fraud. Dengan cara ini, konsumen merasa lebih aman, dan bisnis tetap dipercaya.

Kesimpulan

QRIS Statis dan Dinamis sama-sama memudahkan transaksi digital. Namun, jika bicara soal efisiensi dan keamanan, QRIS Dinamis lebih unggul. Bagi bisnis yang ingin berkembang dan menjaga kepercayaan pelanggan, beralih ke metode pembayaran yang lebih aman adalah langkah bijak.

Di era digital, keamanan transaksi dan data pelanggan tidak bisa diabaikan. Solusi verifikasi digital modern dapat membantu bisnis Anda mengurangi risiko fraud, menjaga kerahasiaan data, dan memperkuat kepercayaan pelanggan.👉 Ingin tahu bagaimana cara melindungi data dan transaksi bisnis Anda?
Kunjungi beeza.id untuk menemukan solusi digital yang aman, efisien, dan sesuai kebutuhan bisnis Anda.